Dibohongi Pakai Ayam dan Ikan Gabus

Pernah gak sih dipaksa makan sesuatu yang bener-bener tidak kamu suka? atau lebih parahnya dibohongi tentang makanan yang kita makan. Iya, saat kamu makan Oncom yang dibilang Tempe, atau Nasi Aron dibilang Rengginang, ini masih normal, biar saya ceritakan hal yang lebih ekstrim.

Suatu hari kami bertiga main ke rumah mamang, saat itu mamang dan bibi memasak sesuatu dengan aroma yang sangat-sangat sedap, aroma tumis ayam dengan campuran daun selasih yang khas. Kamipun diajaknya untuk makan bersama, saat saya mencoba memakan porsi yang kedua, tiba-tiba kakak saya bertanya pada mamang, ini daging apa ya?

Mamang pun berkata "Ini daging beyawak yang kemarin kita tangkap". Kakak saya pun mulai berhenti makan dengan mata berlinang menahan muntah yang tak jadi keluar.

Saat itu bagi saya yang belum bisa membedakan rasa daging beyawak dan daging ayam, saya tetap melanjutkan makan porsi yang ketiga.

Suatu hari disaat saya sering mengalami namanya bisulan, ituloh penyakit orang kampung yang terjadi beberapa saat sekali dimasa kecil. Disore itu kami seperti biasanya makan sekeluarga, ada yang aneh didalam menu yang kami makan yang membuat saya curiga akan hal itu. Ngomong-ngomong saya sudah bersekolah di SMP kala itu.

Dimakan Mat ikanya, ujar Emih sambil memberikan sepotong ikan gabus bakar, Emih bilang ini dari wa Tati (Tetangga sekaligus kerabat dekat kami). Jujur rasanya tidak enak, ikan bakar ini tidak pakai garam dan juga sudah tidak hangat lagi.

Disuatu hari Emih dan Teteh mention tentang daging ular yang telah saya makan tempo hari dan menanyakan bagaimana rasanya. Sungguh tega mereka pikirku, Emih membeli Ular bakar dari salah seorang Ahli pengangkap ular berbisa di kampung kami Alm. Mang Komar (Semoga diberi keberkahan).



Saat kecil kami juga sering memakan pepes Swike yang kami tangkap dimusim hujan, goreng belalang yang katanya rasa udang. Dipaksa minum minyak tanah saat batuk, dipaksa makan siput darat dan dipaksa makan kuning telur bebek, iya bebek yang ukuran telornya lebih besar dua kali telor ayam kampung.

0 Response to "Dibohongi Pakai Ayam dan Ikan Gabus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel